Sukses Jadi Pengusaha Meski Kaki Lumpuh


Sukses Jadi Pengusaha Meski Kaki Lumpuh - Paryun dikenal sebagai pahlawan bagi keluarganya. Meski kedua kakinya lumpuh, ia sukses jadi pengusaha mebel. Bukan hanya itu, warga sekitar mengakui Paryun punya kelebihan dibanding warga lain.

Paryun Saat Berada Di Rumahnya ( Foto @hanyatauaja.com )

Paryun, begitu disapa merupakan ayah tiga anak yang kini menyandang cacat fisik. Kendati cacat, ia tidak pernah menyerah untuk bertahan hidup. Buktinya meski kedua kakinya lumpuh, ia tetap saja berkarya dan sukses menjadi pengusaha mebel. Kepada media, Paryun menuturkan, ia menderita lumpuh sejak usia 20 tahun, ketika itu ia jatuh dari pohon kelapa saat bekerja. Praktis, akibat musibah naas itu ia tidak lagi bisa bekerja lagi.

"Saya sudah lama tidak punya kaki, kalau berjalan harus pakai roda dan berbaring. Sehari - hari saya harus bekerja dan shalat dengan keadaan seperti ini," terang Paryun.

Bukan hanya itu, lanjut Paryun, kala itu ia tidak pernah berobat ke rumah sakit lantaran tidak ada biaya. Padahal musibah yang menimpanya cukup parah dan mengharuskannya operasi.

"Seharusnya saya operasi kaki dan pantat. Namun karena tidak ada biaya, saya berobat alternatif saja." paparnya.

Baca Juga ( Jangan Lupa Berdoa Kala Mendengar Ayam Berkokok, Ini Penjelasan Rasulullah )

TERUS BERDOA
Dikatakan Paryun, setelah tiga bulan berobat alternatif, berangsur - angsur kakinya mulai mengecil dan lumpuh. Praktis ia tidak bisa berjalan dan hanya mengandalkan geladakan beroda kayu. Alat tersebut dibuat sendiri untuk menggantikan fungsi kedua kakinya yang mengalami cacat permanen. Setiap hari, Paryun terpaksa harus bekerja tanpa alat bantu, sementara sang istri Poinem menjadi pendorong yang mengantarnya ke tempat bekerja.

"Saya bekerja sebagai tukang mebel. Syukur dari kerjaan saya ini, banyak warga yang suka. Dari hasil mebel, saya bisa membiayai ketiga anak saya," paparnya.

Dikatakan Paryun, dirinya bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberikan kehidupan meski dirinya lumpuh. Ia tidak pernah mengeluh, apalagi stres dengan musibah yang menimpanya. Ia tetap pada keinginannya untuk menjadi individu yang kukuh tak kenal kata mengeluh. Menurutnya, apa yang dialami merupakan takdir Allah dan manusia harus menjalaninya, apalagi ia hidup di desa, praktis tidak ada pelayanan kesehatan yang membantunya berobat.

"Saya tidak pernah berobat ke dokter. Saya lebih banyak berdoa dan minta tolong sama Allah." akunya.

Musibah yang menimpa dirinya kata Paryun bukan sebatas lumpuh, namun ia ditinggal istri tercinta yang meninggal dunia. Istri Paryun meninggal dunia ketika dirinya lumpuh. Saat itulah ujian terberat yang ia rasakan, lantaran harus hidup sendiri tanpa pendamping, apalagi ia harus menghidupi dua anaknya. Ia hanya bisa pasrah terus berdoa untuk diberikan kehidupan.

"Saya ini sudah kebal dengan musibah. saya beruntung masih bisa hidup meski lumpuh, mestinya saya sudah meninggal dunia." akunya.

Baca Juga ( Belajar Berjuang Dan Bekerja Pantang Menyerah Dari Mbah Ratim )

BERTANGGUNG JAWAB
Sementara itu, Poinem, istri Paryun saat ini menjelaskan, meski kedua kaki suaminya lumpuh, namun Paryun termasuk suami yang bertanggungjawab. Ia tetap semangat bekerja dan memberi nafkah keluarga dengan keahliannya sebagai pengrajin mebel. Usaha milik Paryun tumbuh berkembang dan banyak permintaan dari Kota Purworejo, Jawa Tengah.

"Selama ini suami saya bekerja di mebel, seperti membuat kursi dan kusen. Alhamdulillah, banyak pesanan dari masyarakat meski kakinya lumpuh," paparnya.

Menurut Poinem, kekurangan yang dimiliki suaminya adalah suratan takdir, namun bukan halangan untuk bekerja dan meraih rezeki. Alasannya, rezeki itu milik Allah dan sudah diatur. Poinem yakin jika Paryun adalah suami yang istimewa dan memiliki kelebihan seperti orang lain. Meski kakinya lumpuh, kata Poinem, Paryun tetap menjadi lelaki setia dan normal. Dari hasil pernikahannya itu mereka dikarunia dua buah hati.

"Saya bersyukur karena punya suami yang sabar dan setia," ungkapnya.

Baginya, setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan, karena itu hendaknya kita harus sabar dan tetap bekerja keras dalam meraih impian. Alasannya, Allah tidak akan memberikan rezeki dan kesuksesan tanpa dilakukan dengan ujian dan kerja keras.

"Bagi saya sukses itu harus diraih dengan berbagai ujian, karena itu kita harus siap diuji Allah jika ingin berhasil." pungkasnya.

Baca Juga Postingan Menarik Kami Yang Lainnya :)
Nah, Semoga Kisah dari Paryun ini bisa menjadi sebuah kisah yang sangat menginspirasi dan memotivasi maka dari itu tidak ada salahnya kita untuk share postingan ini sebanyak - banyaknya agar bermanfaat untuk teman yang lainnya. :) Terima Kasih

Related Posts

Sukses Jadi Pengusaha Meski Kaki Lumpuh
4/ 5
Oleh
loading...