Kerajinan Dalam Mensyukuri Nikmat Membuatku Bertemu Jodoh


Kerajinan Dalam Mensyukuri Nikmat Membuatku Bertemu Jodoh - Usia 17 tahun bisa dikatakan terlambat bagi seorang wanita untuk urusan menikah. Itulah yang dialami Honny Ratnasariningtyas pada 2006 yang lalu. Beruntung saat usianya menapaki 38 tahun, ia akhirnya menikah dan setahun kemudian memiliki anak. Semua itu dimilikinya setelah rajin sedekah.

Ilustrasi

Jika ingin jodoh yang baik, ya perbaiki diri sendiri dulu. Kenakan busana muslimah, laksanakan shalat Taubat, Tahajud, Hajat, dan sedekah sesegera mungkin," demikian nasihat dari para ulama

Kala itu Honny masih merasa seperti orang baru menjadi muslimah. Banyak ajaran Islam yang masih "asing" baginya, seperti soal pakaian. "Pantas saja, kok banyak persoalan hidup yang rasanya berat sekali ditanggung. Rupanya selama ini saya jauh dari-Nya." batin wanita blasteran Madiun-Pati ini.

SANTUNI PENGEMIS
Satu yang menggundahkan hatinya, hingga berusia 37 tahun, Honny belum jua ketemu jodoh yang baik. Tausiah seorang Ustad berhasil menyadarkannya bahwa keinginan itu mesti dimulai dari diri sendiri.

"Alquran sudah menggariskan bahwa laki - laki yang baik hanya untuk wanita yang baik, demikian sebaliknya,"

Usai konseling, Honny bertekad membuka lembaran baru dalam hidupnya. Ia ingin menjadi muslimah yang baik. Di mulai dengan shalat Taubat, lalu bersambung dengan shalat Hajat dan Tahajud. Puasa Senin-Kamis pun mulai dicobanya. Meski awalnya berat, ia mulai berhijab.

Kebiasaan baru juga dilakoni Honny. Tiap berangkat kerja, ia bersedekah. Sejumlah pengemis dan penyapu jalanan sampai hafal dengan kebaikannya. Kadang ia memberi uang, sesekali plus nasi bungkus. Tak lupa sambil minta doa agar enteng pekerjaan, rezeki dan jodoh yang baik.

September 2006, kakaknya yang bekerja di Kalimantan, memperkenalkan dirinya kepada Muhammad Isyainie. Bujangan ini teman sekantor sang kakak. "Dijamin, orangnya baik," demikian ucap Honny menirukan kakaknya mengenai lelaki yang baru di perkenalkan lewat telepon.

"Kalau memang dia baik, saya nggak mau pacar - pacaran segala. Kalau seriu, ya, Ayo." tantang Honny.

LANGSUNG MENIKAH
Ternyata, laki - laki di sebarang sana sepaham dengannya. Sebelum melangkah lebih jauh, Honny shalat istikharah. Minta "pendapat" Allah SWT. Riyadhoh puasa dan amalam sedekah juga dia giatkan.

"Ya Allah, sudilah Kau satukan kami bila ia memang baik bagiku dan agamaku." Pinta Honny dalam doannya.

November 2006, akhirnya si dia datang juga melamar diiringi keluarganya.

"Saat itulah kami baru saling bertatap muka dan alhamdulillah langsung sreg." kenang Honny.

Mereka menikah pada 10 Maret 2007. Honny keluar dari pekerjaannya dan hijrah mengikuti suami ke Kalimantan Selatan. Sebulan setelah menikah, Honny langsung hamil. Saat waktu persalinan tiba, ia mesti operasi caesar. Alhamdulillah, pada 07 Juni 2008, lahirlah Syakira Shalihaningtyas, Putri cantik anak pertama pasangan Honny-Isynainie.

Nah, itulah kisah Honny Ratnasariningtyas semoga bisa bermanfaat untuk kita semuanya dan jangan lupa dibantu juga sharenya ya sobat sebanyak - banyaknya untuk kisah ini :) Terima Kasih

Related Posts

Kerajinan Dalam Mensyukuri Nikmat Membuatku Bertemu Jodoh
4/ 5
Oleh
loading...