Kepanikan Umat Mencari Syafa'at


Kepanikan Umat Mencari Syafa'at - Kelak di akhirat terdapat sekelompok umat yang panik mencari syafa'at. Mereka mendatangi satu persatu dari Nabi untuk meminta syafa'at. Akan tetapi para Nabi itu merasa tidak berhak memberikan syafa'at. Akhirnya mereka pun meminta syafa'at dari Nabi Muhammad Saw. Berikut kisahnya.

Ilustrasi

Di dalam kitab Tanbihul Ghafilin karya Imam Abi Laits As-Samarqandi, dikisahkan pada hari akhirat nanti, sekelompok manusia ada yang merasa sangat kesusahan dengan keadaan yang dialaminya.

Kemudian mereka mendatangi Nabi Adam As berharap sang "Abal Basyar" dapat memberikan pertolongan. "Isyfa'lana (syafa'atilah kami) !" teriak mereka.

Namun, sayangnya jawaban yang keluar tidak sesuai harapan mereka. "Aku tidak berani menempati maqam memberikan syafa;at kepada kalian ! Aku pernah dikeluarkan dari surga sebab kesalahanku," ungkap Nabi Adam As.

"Pada hari ini, tidak ada hal yang lebih menyusahkan dibanding diriku sendiri. Pergilah kalian kepada Nabi Ibrahim," ujar Nabi Adam As.

Kemudian mereka beralih, menuju kepada Nabi Ibrahim As, sang Khalilullah (kekasih Allah). Jawaban serupa didapatkan mereka setelah menemui Nabi Ibrahim As.

"Aku tidak berani. Aku pernah berbohong tiga kali. Pergilah engkau kepada Nabi Musa !" Ucap Nabi Ibrahim As.

JAWABAN NABI
Kepada Nabi Musa, mereka kembali menitipkan harapan "Mintalah kami syafa'at dari Allah, agar Allah segera memberikan keputusan kepada kami," pinta mereka.

Namun, kembali kekecewaan yang mereka dapatkan. "Sewaktu di dunia, aku pernah membunuh seseorang. Maka, pada hari ini, tidak ada hal yang paling kupikirkan dibanding diriku sendiri. Pergilah kalian kepada Nabi Isa," katanya.

Untuk ke sekkian kali, mereka belum jua mendapat jawaban. Tibalah kepada Nabi Isa As.

"Wahai Isa, sudikah Anda memintakan syafa'at untuk kami ?" pinta mereka.

"Aku dan ibuku dijadikan sesembahan, dianggap sebagai Tuhan selain Allah. Maka, pada hari ini, tidak ada hal yang paling kupikirkan dibanding diriku sendiri. Pergilah kalian kepada Nabi Muhammad, sang penutup para Nabi !." Ujar Nabi Isa As.

Kemudian mereka mendatangi Nabi Muhammad Saw untuk meminta syafa'at. Rasulullah menjawab, "Na'am, anlaha ! Akulah yang memiliki hak untuk memberikan syafa'at, sehingga Allah memberikan izin dan ridha kepada orang yang kuberikan syafa'at".

UMAT NABI MUHAMMAD
Terlalu banyak hadis yang menyebut keistimewaan syafaat Rasulullah, antaranya sabda Baginda Saw, "Aku diberi lima perkara yang tidak diberi kepada seorang pun sebelumku; aku dimenangkan dengan dengan rasa takur (dihati musuh) untuk perjalanan sebulan; dijadikan untukku tanah sebagai tempat shalat dan bersuci, maka siapa dari umatku yang mendapati masuk waktu shalat, hendaklah dia shalat; telah dihalalkan buatku ghanimah (harta rampasan perang) dan ia tidak dihalalkan buat sesiapa sebelumku; dan aku diberi syafaat; dan seseorang Nabi sebelumku diutuskan kepada kaumnya sahaja, sedang aku diutus kepada seluruh manusia," (HR Bukhari & Muslim).

Salah satu cara untuk meraih syafaat itu seperti yang diterangkan Rasulullah Saw. Dalam hadis Rasulullah Saw bersabda, "Apabila kalian mendengar muazin (melaungkan azan), ucaplah seperti yang dia ucapkan (kecuali pada Hayya'alassalah, Hayya'alalfalah dijawab dengan La-hawla - wala - quwwata-illa-billah). Kemudian shalawatlah kepadaku. Sungguh siapa yang shalawat kepadaku dengan satu shalawat, Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintalah daripada Allah untukku al wasilah. Sesungguhnya ia adalah satu kedudukan di surga yang tidak layak ditempati melainkan oleh seorang hamba saja dari hamba - hamba Allah, dan aku harap akulah orangnya. Barangsiapa meminta untukku al-wasilah, akan halal buatnya syafaatku," (HR Muslim).

Related Posts

Kepanikan Umat Mencari Syafa'at
4/ 5
Oleh
loading...