Penjajah Israel Dikecam Usai Setujui Aturan Pelarangan Azan - Badan wakaf Islam Al-Quds mengecam mengenai keputusan komite kabinet pemerintah Israel yang mana menyetujui draft undang - undang yang melarang masjid - masjid menggunakan pengeras suara.
![]() |
| Ilustrasi |
Seperti yang dilansir dari Pusat Informasi Palestina, pada Selasa 15/11/2016, Badan Wakaf Islam yang memberikan tanggungjawab penuh atas Masjid Al-Aqsha dan juga beberapa masjid - masjid yang lain di Al-Quds ada pernyataan pers yang mengucapkan, draft undang - undang itu sudah menantang semua bangsa Arab dan juga Islam di Baitul Maqdis.
Keputusan ini sudah begitu jelas rasialis disamping maklumat perang kepada Islam dan kaum Muslimin. Pemungutan suara dari undang - undang larangan adzan atau hanya mengecilkan suara adzan adalah tindakan undang - undang rasis dan juga tentunya hal itu bertolak belakang, disamping memperlihatkan sikap negara yang sedang menjalankan program yahudisasinya di Al-Quds dan beberapa daerah sekitarnya.
Meski begitu akan tetapi akan ada pihaknya yang tetap mengumandangkan adzan pada semua masjid yang ada di Al-Quds dan Masjid Al-Quds tentunya, disamping dzikir - dzikir lainnya dalam rangka beribadah kepada yang Maha Kuasa. Ia menganggap bahwa larangan atau aturan untuk mengecilkan suara adzan itu adalah sebuah bentuk pelanggaran kepada kebebasan dalam beribadah disamping itu juga sudah menodai simbol - simbol yang paling dasar dalam ajaran Islam. Disamping sudah melukai perasaan para Muslimin.
DIsebutkan bahwa Adzan merupakan syariat Islam yang sudah ada dan berlaku sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu. Orang pertama kali yang mengumandangkan adzan adalah Bilal bin Rabah pertama kali mengumandangkan adzan di Baitul Maqdis. Sejak saat itu, di Baitul Maqdis tidak pernah berhenti adanya suara Adzan sampai dengan sekarang ini.
Sebelumnya, komite kabinet pemerintah Israel sudah menyetujui mengenai draft undang - undang Masjid dilarang untuk menggunakan pengeras suara untuk Adzan di semua masjid di Al-Quds dan juga beberapa kota -kota yang arab yang lain pada wilayah jajahan 48.
Penjajah Israel Dikecam Usai Setujui Aturan Pelarangan Azan
4/
5
Oleh
Unknown
