Mengingkari Utang, Pengusaha Susah Sekarat - Bukannya berterima kasih kepada orang yang duku pernah memberinya pinjaman modal, Bachtiar malah mengingkarinya. padahal, ia sudah sukses dan sangguo melunasi utangnya. Nauzubillah, ia pun ambruk karena sakit parah hingga sekarat.
![]() |
| Ilustrasi |
Setiap orang boleh hidup kaya dan mewah, namun jangan lupa untuk memenuhi kewajibannya seperti membayar utang. Sebab kalau tidak demikian, hal itu akan menjadi malapetaka bagi seseorang, lebih - lebih kelak di hari Kiamat. Salah satu contohnya adalah yang terjadi pada diri Bachtiar, seorang pengusaha ternak yang memiliki harta melimpah.
Nama pria asal Jawa Tengah yang sukses menjalankan usahanya itu, juga cukup populer di Masyarakat. Maklum, sebagai pengusaha sukses, keberadaan Bachtiar seringkali menjadi buah bibir warga.
Ironisnya, setelah kesuksesannya semakin melangit, Bachtiar seakan lupa akan perjalanan dirinya dalam menjalankan usaha itu. Awalnya ia harus utang uang kepada salah seorang temannya dengan jumlah yang cukup besar untuk modal usahanya. Berkali - kali utangnya itu ditagih, namun ia tetap saja mengelak dengan mengatakan bahwa dirinya tidak pernah pinjam uang kepada siapa pun.
MELUPAKAN UTANG
Sebagaimana yang dikemukakan Rosyid, salah seorang teman Bachtiar, bahwa perkembangan usaha yang dijalankan Bachtiar berlangsung cukup cepat. Betapa tidak, Bachtiar yang mulanya hanya bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan, tiba - tiba sukses membuka usaha sendiri. Dalam waktu yang relatif singkat, ia sudah menjadi seorang jutawan yang setiap minggunya biasa mengirim daging ayam ternak ke berbagai daerah. Selain itu, ia masih punya usaha lainnya.
Dari usaha tersebut, penghasilan pria itu pun terus meningkat tajam. Bahkan ia sudah mampu membeli kendaraan pribadi dan rumah yang sangat mewah. Kesibukannya dalam menjalankan bisnis itu juga seakan membuatnya tidak ada waktu untuk berinteraksi dengan orang lain, termasuk dengan tetangga dekat. Hampir setiap hari ia hanya sibuk keluar kota untuk urusan bisnis.
"Orangnya sibuk sekali. Terkadang berminggu - minggu tidak pulang karena sibuk dengan bisnisnya di luar," terang Rosyid
Ia menambahkan, begitu banyaknya usaha yang di jalankan di berbagai daerah, keberadaan Bachtiar sulit ditebak. Bahkan keluarganya sendiri tidak bisa memastikan keberadaan Bachtiar setiap kali ada orang yang datang ke rumahnya untuk bertamu. Itu sebabnya tidak jarang orang yang datang untuk bersilaturahim ke rumahnya pulang sia - sia.
"Pernah ia lama sekali tidak pulang hingga berbulan - bulan, padahal di rumahnya ia memiliki seorang istri dan anak yang membutuhkan keberadaan dirinya," imbuhnya.
Sementara itu, orang yang pernah meminjamkan uang kepada pria itu juga tidak ketinggalan untuk datang ke rumahnya untuk menagih. Sebab ia memiliki bukti yang cukup bahwa sebelum membuka usaha ternak, Bachtiar sempat meminjam uang untuk modal usaha kepadanya. Namun utang itu tidak pernah ia bayar.
"Memang ada bukti yang cukup bahwa Bachtiar memang pernah meminjam uang kepada orang tersebut, termasuk diantaranya adalah saksi salah seorang temannya," imbuhnya.
TERSIKSA SAAT NAZAK
Beberapa hari kemudian, tersebar kabar bahwa Bachtiar lama tidak pulang karena berselingkuh dengan seseorang di luar kota. Suatu ketika, ia datang dengan diantar sebuah mobil temannya. Ternyata Bachtiar sudah dalam keadaan sakit parah. Menurut informasi yang berkembang, ia terpaksa pulang karena sudah tidak disukai oleh istri mudanya setelah sekian lama terkapar sakit. Sementara itu, harta kekayaan Bachtiar pun habis dikeruk.
"Beruntung, istrinya yang tua itu masih bersedia memaafkan, sehingga ia tetap menerima dan merawatnya di rumah," pungkasnya.
Rosyid menambahkan, sejak Bachtiar dikabarkan sakit, para warga mulai berdatangan ke rumahnya untuk menjenguk. Namun semakin lama ia menjalani perawtaan di rumah, pria itu tetap saja tak kunjung membaik. Bahkan beberapa hari kemudian, kondisinya semakin mengkhawatirkan, tubuhnya lemah dan sesak napas.
"Karena khawatir, keluarga dan temannya, termasuk saya saat itu bergantian mendampinginya," imbuhnya.
Tepat pada suatu malam, lanjut Rosyid, saat saya mendampingi Bachtiar, kondisi pria itu sudah semakin lemas. Ketika itu, keluarga dan beberapa orang yang ikut menjaganya sudah tidur semua. Sementara itu, napas Bachtiar semakin sesak sehingga saya punya firasat bahwa orang tersebut sedang menghadapi Sakaratulmaut.
"Dalam kondisi seperti itu, Bachtiar masih menyebut - nyebut usaha ternaknya seperti orang yang sedang ngigau. Namun ia tidak pernah menyebut - nyebut utang yang telah dilupakannya itu," imbuhnya
Berkali - kali Rosyid memotong ucapan Bachtiar itu, dengan menyarankan agar lebih banyak berdzikir daripada menyebut - nyebut usaha dan kekayaannya. Rosyid menyarankan Bachtiar untuk bertobat kepada Allah SWT. Namun saran Rosyid tersebut tampaknya sudah tak terdengar oleh Bachtiar, sehingga ia tetap saja menyebut - nyebut kekayaan yang dimiliki, seakan tidak mau meninggalkan kekayaannya.
"Tak lama setelah itu, saya seakan melihat ada yang bergerak dari atas lalu jatuh ke Bachtiar hingga ia terpental dengan panas yang terengah - engah." lanjutnya.
Setiap kali bernapas, dada dan mulut ptia itu tampak naik turun hingga keluarganya yang tidur pun terbangun panik. Mereka langsung menghampiri Bachtiar yang ternyata sudah menghadapi sakaratulmaut. Dari cara ia bernapas, tampak bahwa pria itu sangat tersiksa, hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.
Dari Ibnu 'Umar, Rasulullah Saw bersabda, "Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki utang satu dinar atau satu dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari Kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR Ibnu Majah).Nah, usai mengetahui kisah ini jangan lupa sobat untuk share sebanyak - banyaknya postingan ini semoga kisah Bachtiar ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semuanya :) Terima Kasih
Mengingkari Utang, Pengusaha Susah Sekarat
4/
5
Oleh
Unknown
