Kisah Muhammad Misbah, Meninggal Saat Sujud Lantaran Suka Menolong - Banyak sekali petunjuk Allah sebagai pelajaran bagi kita. Salah satunya adalah cara kematian dari saudara kita Muhammad Misbah (32) yang mana semasa hidupnya sangat peduli terhadap masyarakat. Pria ini pun meninggal saat sujud dalam shalat dua bulan yang lalu.
![]() |
| Ilustrasi |
Sebagai makhluk sosial, manusia tidak hanya memiliki kewajiban secara vertikal untuk selalu mengabdi kepada Allah SWT, Akan tetapi mereka juga memiliki kewajiban dan tanggung jawab moral untuk kepentingan sosial yang perlu diperjuangkan.
Itulah prinsip Misbah selama hidupnya. Rasa kepedulian sosial sosok pria asal Jember ini begitu tinggi. Ia selalu membimbing teman - teman mahasiswanya untuk belajar mandiri.
Waktu masih kuliah di Yogyakarta, pria yang terkenal jenius dan ramah ini mendirikan komunitas menulis. Semua anggotanya harus memiliki komitmen kuat untuk hidup mandiri. Bahkan semuanya juga harus memiliki niat yang kuat untuk membantu keluarga masing - masing. Hasil karya tulisan tersebut dijadikan buku dan dikirimkan ke media - media.
PEDULI SESAMA
Sebagaimana yang diturukan Shaleh (40), salah seorang teman Misbah, rata - rata anggota komunitas menulis itu adalah dari kalangan mahasiswa perantau yang secara ekonomi selalu membutuhkan sokongan orang tua.
"Komunitas itu lambat laun mendapatkan minat yang besar dari mahasiswa dan mereka sukses dalam dunia tulis menulis," terang Sholeh
Ia menambahkan, ide Misbah tersebut muncul sekitar 7 tahun yang lalu, yakni saat dirinya menjelang lulus kuliah. Ia pun selalu memperjuangkan ide cemerlangnya itu dengan tekad yang kuat. Berkah perjuangan yang demikian, produktifitas semua anggota yang dibimbing Misbah dalam dunia tulis menulis hampir mewarnai di setiap media dan banyak menghasilkan buku. Namun sayang sekali, di tengah kesuksesan itu, Misbah harus meninggalkan dunia dalam usia yang relatif muda.
MATI SAAT SUJUD
Kematian Misbah benar - benar membuat anggota keluarganya sangat kehilangan. Sebab sosok penulis yang inspiratif itu tidak hanya dikenal baik di lingkungan kampus, melainkan juga selalu membuat keluarga merasakan kebahagiaan atas kehadirannya.
Kepergiannya yang begitu cepat itu juga terkesan cukup misterius. Sebab sebelumnya, ia tampak sehat dan tidak pernah mengeluh adanya rasa sakit sedikit pun. Malah ia selalu rajin beribadah, taat dan patuh kepada kedua orang tuanya. Misbah ditemukan sedang menghembuskan napas terakhir, tepat saat ia sedang melaksanakan sujud waktu salat di musala samping rumahnya.
Sholeh menuturkan, kematian Misbah saat itu tampak sangat terhormat.
"Mungkin karena jasanya itu ia meninggal dalam keadaan baik, ketika dirinya sedang sujud dalam shalat." tandasnya.
Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa pada saat itu Misbah sedang melaksanakan shalat di musalahnya dengan khusuk. Gerakan demi gerakan dalam shalat ia lalui dengan tenang hingga akhirnya ia berhenti ketika sampai sujud. Dalam sujud itu, ia berhenti begitu lama hingga ibunya pun, mengira Misbah lagi tertidur. Ia pun membangunkannya dengan suara hingga berkali - kali, namun Misbah tetap saja tak mendengar.
Terpaksa ibunya menghampiri dan mengelus - elus tubuh Misbah.
"Nah..., Nak, kamu kenapa ?," panggil ibunya penuh kecemasan.
Misbah pun terguling dengan kondisi sudah kaku. Melihat kondisi sudah kaku. Melihat kondisi demikian, ibunya pun menjerit - jerit meminta tolong. Namun semuanya sudah terlambat. Ajal benar - benar sudah menjemput Misbah dengan tenang.
"Innalillahi wainna ilaihi rajiun," serentak warga terkejut. Tangis pun mulai mewarnai suasana duka, lebih - lebih pada keluarga Misbah.
Nah, Semoga kisah ini bisa menjadi sebuah Inspirasi dan juga motivasi bagi kita semuanya bahwa seorang yang berbuat baik untuk orang lain dan berguna bagi banyak orang itu merupakan sebaik - baiknya orang. Yuk, dibantu sharenya ya sobat :) Terima Kasih
Kisah Muhammad Misbah, Meninggal Saat Sujud Lantaran Suka Menolong
4/
5
Oleh
Unknown
