Janin Wanita Ini Menghilang Usai Tujuh Bulan Di Kandungan - "Dan (Ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan : "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatmu), maka sesungguhnya azab-Ku teramat pedih." (QS. Ibrahim : 7)
"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rejekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)." (QS. Al-Hud : 6).
![]() |
| Ilustrasi Kehamilan Mendadak Menghilang Usai Berusia 7 Bulan ( Foto @pedulisehat.info ) |
Setiap pasangan suami istri tentulah mengharapkan seorang anak sebagai wujud cinta kasih mereka. Karena itu, kehadiran seorang anak dalam sebuah rumah tangga merupakan sesuatu yang patut di syukuri. Apalagi, anak merupakan salah satu amanat Allah yang harus kita jaga. Tapi, banyak pula pasangan suami istri yang tidak bisa mensyukuri kehadiran buah hatinya. Mereka khawatir, kalau - kalau kehadiran anaknya membuat mereka hidup serba kekurangan. padahal, Allah SWT, sudah menjamin rizki setiap makhluk di muka bumi, baik tumbuh - tumbuhan, binatang, apalagi manusia. Berikut ini kisah nyata seorang wanita yang kehilangan kandungannya usai di kandng selama tujuh bulan yang mungkin bisa menjadi renungan kita bersama.
KEHAMILAN YANG TIDAK DISYUKURI
Siang itu suasana tampak hening. Sengatan mentari memaksa sebagian penduduk desa berteduh dan memilih menjalani aktivitasnya di dalam rumah. Dalam kejauhan terdengar sayup - sayup deru mobil yang melintas di Jalan tol Serang, Banten yang letaknya kebetulan persis di samping desa. Terlihat, ada seorang ibu muda yang bergegas menuju rumah tetangganya yang berprofesi sebagai bidan. Wanita tersebut bernama Elvira Novianti (23). Ia berniat silaturahmi dan ingin menanyakan tentang kondisi kesehatannya. Setelah beberapa saat diperiksa, bidan yang biasa dipanggil Ibu Ina menyatakan kalau ia positif Hamil.
Kontan, hari itu teramat indah bagi ibu Novi (demikian ia biasa disapa) yang bekerja sebaagai guru di sebuah Taman Kanak - Kanak (TK). Tak sabar rasanya ia menunggu kepulangan sang suami dari tempat kerja. Ia ingin cepat - cepat memberitahukan perihal kehamilannya yang bisa menjadi anugerah terindah bagi mereka berdua.
Beberapa jam kemudian terdengar orang mengucapkan salam. "Assalamu'alaikum....!" Ibu Novi seketika melonjak seraya membalas salam. "Wa'alaikumsalam.... ! Tampak rona wajahnya memancarkan cahaya kebahagiaan mendengar suara suaminya yang sudah ditunggu - tunggu.
Ibu Novi segera menyiapkan makan, minum serta mempersilahkan suaminya untuk segera mandi dengan air hangat yang telah disediakan. Binar - binar matanya yang sedari tadi memancar, membuat sang suami bernama Asep Saefudin (25) tampak bingung dan penasaran. Apalagi, senyum diwajahnya selalu mengembang seakan menyimpan sejuta rahasia. Suaminya pun tidak sabar menanyakan sambutan aneh istrinya itu.
"Sebenarnya saya ingin cepat - cepat memberitahukan suami. tapi saya ingin membuat kejutan. Waktu saya bisikan. Suami saya langsung teriak - teriak kegirangan", cerita Ibu Novi
Dua minggu kemudian, Pak Asep langsung membawa istrinya ke Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT) Kota Serang, Banten, untuk melakukan USG. Ternyata setelah diperiksa, Ibu Novi dinyatakan positif Hamil 3 bulan.
"Waktu itu, dokter memperlihatkan layar komputer yang didalamnya terdapat gambar isi kandunganku. Gambarnya masih berbentuk bulatan kecil. Menurut dokter, itu masih berbentuk gumpalan darah dan belum terlihat janinnya", lanjut Ibu Novi
Semenjak itu, perhatian Pak Asep semakin bertambah kepada istrinya. Bahkan, ia memperkerjakan seseorang untuk membantu istrinya agar tidak terlalu capek. Pak Asep pun mempunyai kebiasaan baru, yaitu membelikan istrinya buku - buku tentang kehamilan dan bayi.
Pak Asep secara rutin sebulan sekali, memeriksakan kandungan istrinya ke Puskesmas dan beberapa kali melakukan USG di RSIA Budiasih yang biayanya lebih murah. Semula, semuanya berjalan baik - baik saja Sampai suatu saat ujian Allah itu pun datang.
Perusahaan tempak Pak Asep bekerja, nyaris bangkrut. Order perusahaan kian menurun, sehingga jam kerja karyawan berubah semakin sedikit, dan itu berarti penghasilan karyawan pun semakin kecil. Demikian pula pada Pak Asep. Keraguan dan ketakutan seketika menyelimuti diri Pak Asep. Kini, ia lebih banyak melamun dan marah - marah. Sebab, kerjanya yang semula hampir seminggu penuh dikurangi menjadi dua hari dengan alasan efesiensi.
Ternyata, problem pekerjaannya itu membuat Pak Asep patah arang. Ia merasa khawatir, penghasilannya yang kini pas - pasan tidak mampu membiayai keluarganya. Apa lagi dengan kehadiran anggota keluarganya yang baru : Jabang bayi yang kini dikandung isterinya. Ia takut, kehadiran anaknya akan membuat kebutuhan rumah tangganya bertambah besar dan berat. ia lupa, bahwa setiap makhluk yang diciptakan Allah di muka bumi ini sudah ditentukan Rizkinya oleh Allah SWT.
"Sebagai istri saya hanya bisa menghibur, Saya mencoba menghibur suami dengan kehamilan itu. Tapi suami saya justru berubah menjadi membencinya. Tentu saja hal ini membuat saya sakit hati. Saya masih ingat, pada suatu siang suami saya berkata bahwa dirinya belum siap menjadi Bapak. Dia takut kalau nantinya tidak bisa memberikan kasih sayang dan perhatian penuh kepada anak kami. Apalagi, penghasilannya hanya pas - pasan. Jadi, suami saya semakin takut menerima kenyataan", Jelas Ibu Novi mengenang kejadian itu.
Kondisi yang demikian membuat perasaan Ibu Novi yang sedang mengandung terguncang. Akibat depresi itu, Ibu Novi mengalami pendarahan ringan. "Saya tidak tahu kenapa, tiba - tiba saja keluar darah dari selangkangan. Darah yang keluar hanya sedikit, tapi saya takut sekali ! Pikiran saya sudah macam - macam, takutnya keguguran lagi seperti anak pertama. Tapi Alhamdulillahi, kata bidan Ina tidak terjadi apa - apa. Saya hanya disarankan banyak - banyak istirahat," kenang Ibu Novi
KEHAMILAN MENDADAK HILANG
Semakin hari kehamilan Ibu Novi semakin besar sehingga ia mulai tampak kesulitan bergerak. Melihat hal itu timbul rasa kjasihan dalam diri Pak Asep terhadap isterinya. Jika ia terus menunjukkan sikap tidak suka terhadap kehamilan isterinya, ia khawatir akan semakin memperparah kondisi psikologis isterinya itu.
Akhirnya Pak Asep tersadar dan mau menerima semua cobaan Allah SWT. Atas pekerjaannya. Sejak saat itu, Ibu Novi mulai merasakan kembali kasih sayang suaminya yang sekian lama hilang. Bahkan, Pak Asep menyuruh isterinya untuk memeriksakan kembali kandungannya. Waktu itu, usia kehamilan Ibu Novi sudah berjalan 7 bulan. Lantas, mereka berdua menuju rumah sakit untuk melakukan USG dan kebetulan mendapat nomor urut 1 dari sekian banyak pasien yang ada.
"Waktu itu saya takut dan deg-degan, Tapi untuk dokternya ramah. saya disuruhnya berbaring dan dokter dibantu susternya mulai sibuk menyiapkan alat - alat yang dibutuhkan. Gerakan alat yang ditempelkan di perutku langsung menampakkan gambar di layar kompuer," kenang Ibu Novi.
"Hampir 10 menit sang dokter memutar - mutar alat di atas perut Ibu Novi. Suasana perlahan berubah menegangkan. karena dokter hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala. Hal itu tentu saja membuat Pak Asep merasa heran. Begitu pula isterinya. Ibu Novi segera menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Antara percaya dan tidak, dokter mengatakan bahwa di dalam perut Ibu Novi tidak ada bayi, namun hanya ada cairan."
"Maaf, Bu. saya tidak melihat janin di perut ibu. Yang ada hanya cairan saja," Ucap sang Dokter.
Seketika itu Ibu Novi langsung pingsan. Suasana tempat pemeriksaan menjadi panik. Setelah beberapa saat ditangani, Ibu Novi siuman dan sudah dikelilingi oleh beberapa suster dan suami tercintanya.
"Sabar Neng ... ! Apa pun yang terjadi Abah (Panggilan Pak Asep) selalu bersamamu ...!" ujar Pak Asep menenangkan.
Ibu Novi belum bisa percaya dengan apa yang baru ia alami. Sebab, beberapa hari sebelumnya ia telah melakukan kontrol ke Bidan Ina dan dinyatakan kandungannya sehat - sehat saja.
Penasaran dengan vonis dokter tadi, Ibu Novi beserta suaminya lalu mencari dokter lain yang dianggap lebih bagus. Selama dalam perjalanan keduanya tak henti - hentinya berdoa agar terjadi keajaiban terhadap kandungannya.
Setelah diperiksa beberapa saat, dengan berat hati Dokter yang memeriksa mengatakan, "Maaf saya ibu, apa yang dikatakan oleh Dokter sebelum saya itu benar, bahwa di dalam perut ibu tidak ada bayi ! Mohon bersabar ya Ibu !" Ujar Dokter
Masih tidak percaya dengan keterangan kedua dokter itu, Pak Asep atas desakan Ibu Novi mencari lagi dokter yang lain dengan harapan pemeriksaan itu salah. Apa mau dikata, lagi - lagi hasil yang diberikan sama. Dokter yang terakhir memeriksa hanya menyarankan agar kandungan Ibu Novi di periksakan ke dokter Spesialis Penyakit Dalam.
Banyak sudah uang yang harus dikeluarkan Pak Asep. Namun, ia ingin sekali mendapatkan kepastian yang sebenar - benarnya mengenai kehamilan isterinya. Ia memutuskan untuk memeriksakan kembali kandungan isterinya ke dokter spesialis penyakit dalam sebagaimana yang telah disarankan. Namun setelah diperiksa, dokter hanya menyarankan agar Ibu Novi berpuasa dan menahan untuk tidak buang air kecil selama kurang lebih 5 jam. Dokter juga menerangkan bahwa Ibu Novi menderita penyakit Ascites tanpa pernah memberi penjelasan lebih lanjut, Apa penyakit Ascites itu.
Beberapa waktu kemudian, terjadi keanehan. Kandungan Ibu Novi yang lumayan besar, mendadak kempes (mengecil) dan kembali seperti sebelum hamil. Lebih anehnya, setelah diperiksakan lagi ke dokter spesialis penyakit dalam, ternyata penyakit dan cairan di dalam kandungan Ibu Novi telah hilang dan Ibu Novi dinyatakan dalam keadaan sehat wal'afiat. Subhanallah.
KESADARAN BERUBAH KEBAHAGIAAN
Semenjak kejadian itu, Pak Asep semakin sadar atas kesalahannya tempo hari. Ia merasa bersalah karena tidak bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Sebab, berapa pun rejeki yang diberikan harus selalu disyukuri. Pak Asep juga semakin faham bahwa setiap anak yang dititipkan Allah SWT. Kepada orang tuanya pasti diberikan rizkinya masing - masing.
Kini, Pak Asep dan Ibu Novi menjalani hidup dengan penuh semangat. Kehidupan mereka kembali harmonis dan bahagia. Mereka menganggap hilangnya jabang bayi tersebut sebagai cobaan sekaligus teguran Allah SWT. Bagi hamba-Nya yang tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan.
Alhamdulillah, sekitar sebulan setelah janin yang dikandungnya hilang, Ibu Novi tidak mendapat haid lagi dan kembali dinyatakan positif hamil. Atas ijin Allah SWT Usai mengandung selama 9 bulan, lahirlah bayi idaman yang diberi nama Ahmad Bagja. Kehadirannya melambangkan kebahagiaan kedua orang tuanya.
Nah, Mudah - mudahan kisah ini bisa membuat kita menyadari bahwa setiap nikmat dan cobaan yang diberikan Allah SWT, pasti mengandung hikmah dan juga pelajaran di dalamnya. Yuk, sobat dibantu sharenya sebanyak - banyaknya postingan ini :) Terima Kasih
Janin Wanita Ini Menghilang Usai Tujuh Bulan Di Kandungan
4/
5
Oleh
Unknown
