Inilah Sahabat Rasulullah Seorang Mualaf Muda Yang Cerdas - Walau masih muda, namun Zubair sudah yakin untuk masuk Islam. Bahkan, ia menikmati siksaan Quraisy tanpa mengeluh. Tak hanya itu, ia juga cerdas dalam strategi perang, karena itu ia dipilih untuk menghadapi prajurit Qurasiy yang disegani, Ubaidah.
![]() |
| Ilustrasi |
Salah satu sahabat Nabi Muhammad yang mualaf lagi muda adalah Zubair Ibnul Awwam. Azzubair masuk Islam ketika berusia delapan belas tahun. Tak lama masuk Islam, ia mengalami berbagai siksaan dan penganiayaan yang dahsyat. Namun, ia tetap teguh mempertahankan keimanannya. Azzubair disiksa oleh pamannya sendiri, di mana ia digulungkan dalam tikar, lalu kakinya digantungkan ke atas dan kepalanya ke bawah dan dibawahnya ditelakkan api yang membara.
Pamannya berkata, "Kembalilah kamu kepada penyembahan berhala." Tetapi, Azzubaair menjawab dengan lantang, "Saya tidak akan menjadi kafir lagi sesudah saya beriman."
Azzubair adalah prajurit dakwah yang selalu membawa senjata untuk melawan orang - orang yang menghendaki gugurnya agama Islam. Kepahlawanannya telah diperlihatkan pertama kali dalam perang badar. dalam peperangan itu, pasukan Quraisy menempatkan jago - jagonya di barisan depan yang dipimpin oleh Ubaidah bin Said Ibnul Ash. Dia dikenal sebagai orang yang paling berani, paling pandai menunggang kuda dan paling kejam terhadap lawan - lawannya. Kaum Qurasiy sengaja menempatkannya di barisan terdepan untuk menentang pahlawan - pahlawan berkuda kaum muslimin.
PELEMPAR JITU
Jika orang Quraisy memilih Ubaidah untuk pertama maju ke medan perang, maka kaum muslimin yang dipilih oleh Nabi Muhammad Saw adalah Azzubair. Setelah Ubaidah dan Azzubair berhadap - hadapan, maka shabat Nabi ini melihatkan pandangan ke arah Ubaidah. Ternyata seluruh tubuhnya berbalut baju besi, sehingga sulit ditembus oleh senjata. Yang kelihatan dari Ubaidah hanya matanya saja.
Azzubair berpikir bagaimana cara mengalahkan Ubaidah yang berbaju besi itu. Akhirnya ia menemukan cara yang paling bagus mengalahkan Ubaidah. Azzubair bersiap sedia berhadapan dengan Ubaidah. Dalam kesempatan yang dianggapnya cukup baik Azzubair memutar lembingnya ke arah Ubaidah. Pertempuran sengit tidak dapat dielakkan. Ubaidah melancarkan serangan balasan yang ganas, tetapi berhasil dilekakkan oleh Azzubair.
Azzubair menggunakan ketangkasannya bermain pedang dan melemparkan lembingnya ke arah Ubaidah. Lembing itu tepat mengenai sasarannya. Pendekar Quraisy itu berteriak dan mati seketika. Menyaksikan pahlawan mereka roboh berlumuran darah, barisan kaum musyrikin mulai ketakutan.
Lembing Azzubair kemudian diminta oleh Rasulullah Saw. Lembing itu kemudian berpindah tangan kepada Abu Bakar, seterusnya kepada Umar, Utsman, Ali dan Abdullah bin Azzubair. lembing itu disimpan berganti sebagai kenang - kenangan. Terbunuhnya pendekar Quraisy lantas menambah semangat juang kaum Muslimin, sehingga mereka dapat memenangkan peperangan yang sangat menentukan itu.
Inilah Sahabat Rasulullah Seorang Mualaf Muda Yang Cerdas
4/
5
Oleh
Unknown
